ni bukan film baru (2009) tapi mungkin DVDnya masih bisa dicari. Film ini based on true story. Mengisahkan tentang kisah hidup Ben Carson, salah satu ahli bedah syaraf terbaik didunia. Sewaktu kecil karena besar dari keluarga yang broken home (ayahnya entah dimana) dia tumbuh menjadi anak yang agak bodoh dan punya tempramen tinggi. Dan karena masa itu Amerika masih sangat dipenuhi sentiment ras, Ben kecil juga tidak luput dari hinaan dan ejekan. Tapi yang luar biasa adalah mamanya. Dia tidak pernah kehilangan harapan atas imannya untuk anak-anaknya, walaupun dia tidak berpendidikan (putus sekolah dikelas 3 SD) dan nyaris tidak bisa membaca, tapi dia ingin agar anak-anaknya berhasil dan dia percaya bahwa tidak ada yang mustahil untuk itu. Dia melarang anak-anaknya terlalu banyak menonton, seminggu mereka hanya boleh menonton 2 program TV, dan dalam seminggu mereka harus habis membaca dua buku yang dipinjam dari perpustakaan, yang kemudian dibuat resumenya untuk mamanya.
Ben akhirnya lulus dari SMU dan melanjutkan kuliah kedokteran di Yale, dan akhirnya menjadi dokter syaraf di John Hopkins Hospital. Singkat cerita karena kecerdasan dan kelihaian tangannya dalam melakukan operasi, dia menjadi salah satu dokter ahli bedah syaraf terbaik didunia dan dikenal sebagai dokter yang memelopori kesuksesan pemisahan kepala pada kembar siam. Saya belajar beberapa hal dari film ini : 1. Mulut itu berkuasa! Saat Ben kecil bilang “aku ini memang bodoh ma”, mamanya akan bilang “kamu tidak bodoh, kamu anak yang pintar” dan dia memang benar! 2. Siapapun bisa maju asal mau berusaha, belajar dan bekerja keras 3. Buku tetaplah sebuah alat ilmu pengetahuan yang berharga, kebiasaan membaca adalah sesuatu hal yang harus dikembangkan sejak kecil. Terlalu banyak menonton tidak akan menghasilkan ahli bedah kelas dunia, saya pikir saya menemukan satu aturan yang akan kuterapkan buat anak-anakku kelak “jangan terlalu banyak menonton, belajarlah. Suatu hari kamu yang akan masuk tv (sedikit mengutip kata-kata mamanya Ben) 4. Hauslah untuk belajar, Ben haus untuk tahu banyak hal. Ketika ia tertarik dengan batu, dia meminjam buku tentang bebatuan. Ketika ia tertarik dengan musik dan seni, dia belajar dan pergi ke museum. 5. .Jangan hilang harapan atas iman yang kita miliki untuk hidup orang yang kita kasihi, Tuhan sanggup merubah apa yang jelek, hancur dan tidak berguna dimata dunia, untuk menjadi alat yang indah buat Dia. 6. Berdoa itu penting, dokter ini suka berdoa loh.
Menurut saya ini tontonan yang bagus untuk ditonton oleh seluruh keluarga
“Success is determined not by whether or not you face obstacles, but by your reaction to them. And if you look at these obstacles as a containing fence, they become your excuse for failure. If you look at them as a hurdle, each one strengthens you for the next.”(Ben Carson)
| Anda sudah melewati proses menjadi hebat. Temukan apa yang dapat kami lakukan untuk membantu Anda menjadi pribadi hebat. |

| Selamat Anda sudah membeli TPPT Personal. Anda bisa mendapatkan di TPPT Lanjutan penjelasan lebih detail tentang kecenderungan yang Anda miliki. |




