Bertugas Mengevaluasi Perusahaan, Kenali Profesi Internal Auditor

Bertugas Mengevaluasi Perusahaan, Kenali Profesi Internal Auditor

297
0
SHARE

Audit internal dilakukan perusahaan untuk mengontrol, dan mengevaluasi efektivitas pengendalian, tata kelola, serta proses akuntansi perusahaan. Seluruh proses ini merupakan tanggung jawab internal auditor.

Tujuan lain dari audit internal adalah untuk memberitahu perusahaan hal-hal yang diperlukan untuk mencapai efisiensi operasional.

Para auditor juga mengidentifikasi masalah dan memperbaiki penyimpangan sebelum ditemukan dalam audit eksternal.

Nah, apa saja tugas dan tanggung jawab seorang internal auditor? Apa saja keahlian yang dibutuhkannya? Yuk, cari tahu selengkapnya di bawah.

Mengenal Internal Auditorhock.com

Dilansir dari Investopedia, internal auditor adalah seorang profesional yang dipekerjakan oleh perusahaan untuk memberikan evaluasi yang independen dan objektif atas kegiatan bisnis keuangan serta operasional, termasuk tata kelola perusahaan.

Auditor ini ditugaskan untuk memastikan bahwa perusahaan mengikuti prosedur yang tepat, dan berfungsi seefisien mungkin.

Auditor juga bertugas mengidentifikasi masalah dalam perusahaan dan memperbaikinya sebelum ditemukan selama audit eksternal oleh pihak independen ataupun pemerintah.

Menurut Workable, berikut tugas dan tanggung jawab internal auditor.

  • Melakukan dan mengontrol siklus audit, termasuk manajemen risiko dan manajemen kontrol atas efektivitas operasi, operasional keuangan, juga kepatuhan terhadap semua arahan serta peraturan yang berlaku.
  • Menentukan ruang lingkup audit internal dan mengembangkan rencana tahunan.
  • Mendapatkan, menganalisis, dan mengevaluasi dokumentasi akuntansi, laporan sebelumnya, data, diagram alur, dll.
  • Menyiapkan dan menyajikan laporan yang mencerminkan hasil audit dan proses dokumen.
  • Bertindak sebagai sumber objektif dari nasihat independen untuk memastikan validitas, legalitas, dan pencapaian tujuan.
  • Identifikasi celah dan rekomendasikan tindakan penghindaran risiko dan penghematan biaya.
  • Menjaga komunikasi terbuka dengan manajemen dan komite audit.
  • Mendokumentasikan proses dan menyiapkan memorandum temuan audit.
  • Melakukan audit tindak lanjut untuk memantau intervensi manajemen.
  • Terlibat dalam pengembangan pengetahuan berkelanjutan mengenai aturan, regulasi, praktik terbaik, alat, teknik, dan standar kinerja perusahaan.

Untuk menjalankan tugasnya, seorang auditor melakukan pemeriksaan terhadap aporan keuangan, laporan pengeluaran, inventaris, data keuangan, penganggaran, dan praktik akuntansi.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan, auditor juga melakukan wawancara terhadap karyawan perusahaan, mengawasi jadwal kerja, hingga verifikasi aset fisik.

Setelah audit selesai dilakukan, auditor akan merangkum hasilnya dalam sebuah laporan.

Laporan audit tersebut menjelaskan bagaimana audit dilakukan, apa yang ditemukan dan, jika perlu, saran untuk perbaikan apa yang dapat dilakukan.

Internal Auditor vs Eksternal Auditor

Seperti yang telah Glints sebutkan tadi, ada pihak eksternal juga yang akan melakukan audit pada perusahaan. Nah, apa saja perbedaan auditor internal dan eksternal?

Perbedaan utama antara kedua jenis auditor ini adalah internal auditor bekerja atas nama manajemen perusahaan. Sementara, eksternal auditor ditunjuk oleh pemegang saham.

Internal Auditor dipekerjakan untuk mendidik manajemen dan staf tentang bagaimana bisnis dapat berfungsi lebih baik.

Eksternal auditor, di sisi lain, tidak memiliki kewajiban tersebut. Mereka bertanggung jawab untuk meninjau laporan keuangan untuk memastikan bahwa mereka akurat dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Temuan mereka kemudian dilaporkan kembali ke pemegang saham, bukan manajemen.

Cara Menjadi Internal Auditor

Seorang internal auditor umumnya merupakan lulusan sarjana dari bidang akuntansi ataupun manajemen.

Selain latar belakang akademik, seorang auditor juga memiliki berbagai sertifikasi yang menunjang pekerjaannya. Misalnya, sertifikasi ISO 1400:1.

Tidak hanya itu, auditor juga harus memiliki beberapa beberapa skill yang dapat membantu pekerjaannya.

  • berpikir kritis
  • kemampuan komunikasi agar dapat menyampaikan hasil audit dengan baik
  • bersikap independen dan bebas dari pengaruh subjektivitas dalam melakukan audit
  • teliti saat melakukan audit
  • rasa ingin tahu

Seorang internal auditor diperlukan perusahaan untuk menjaga agar kinerja dan tata kelola efektif dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sumber: https://glints.com/id/lowongan/internal-auditor-perusahaan/#.Yed-FKZBy00

LEAVE A REPLY