Saat Anda hanya berkencan atau pacaran, Anda bisa putus di tengah jalan apabila hubungan Anda mengalami jalan buntu. Tetapi ketika Anda sudah menikah, itu berarti Anda mengikatkan diri Anda dan keluarga Anda dengan pasangan Anda seumur hidup. Untuk itu sebelum menikah, Andra perlu mengetahui tentang harapan pasangan Anda dari pernikahan dan memetakan pembicaraan penting yang harus dilakukan dengan calon pasangan Anda.
Banyak pasangan muda menghabiskan seluruh waktu, uang, dan energi mereka untuk merencanakan acara pernikahan tetapi sayangnya tidak ada upaya yang cukup untuk merencanakan kehidupan pernikahan. Padahal 70% masalah perkawinan tidak akan terjadi jika pasangan tersebut telah mengomunikasikan harapan mereka tentang kehidupan pernikahan sebelum mengikat janji. Setidaknya, ada 13 hal yang perlu didiskusikan setiap pasangan sebelum menikah.
1. Uang

Uang adalah salah satu topik tertinggi dari perselisihan rumah tangga. Untuk mengantisipasi argumen yang tidak perlu nantinya, sangatlah penting agar Anda dan pasangan segera membahas tentang keuangan. Penting untuk memutuskan apakah Anda akan menggabungkan keuangan bersama-sama atau mengelola rekening bank terpisah, dan menentukan akun mana yang Anda gunakan untuk pengeluaran sehari-hari dan investasi. Perlu juga untuk mengetahui tentang pola tabungan dan pengeluaran satu sama lain. Tidak ada jawaban yang benar atau salah tentang strategi keuangan Anda berdua. Tetapi Anda harus berhati-hati untuk menyelaraskan diri dengan metode apa pun yang Anda pilih.
2. Anak

Topik anak-anak perlu dibicarakan di tahap awal berpacaran untuk memastikan Anda berdua menginginkan hal yang sama di masa depan. Tidak hanya mendiskusikan berapa banyak anak yang ingin dimiliki tetapi apa yang akan dilakukan jika Anda (atau pasangan Anda) tidak dapat hamil. Apakah mau mengadopsi? Percakapan tentang anak juga harus mempertimbangkan pandangan Anda berdua tentang pengasuhan, bagaimana Anda dan pasangan akan mendisiplinkan mereka jika mereka tidak taat dan hal-hal terkait lainnya. Singkatnya, Anda perlu menyelaraskan diri Anda dengan model orangtua yang sehat yang disepakati bersama.
3. Karir

Sangat penting untuk mendiskusikan tentang karir dan banyak lagi pertanyaan terkait kehidupan profesional Anda. Karena hal itu nantinya akan memiliki berhubungan langsung dengan kehidupan Anda bersama. Bicaralah dengan pasangan Anda tentang karir Anda saat ini dan berapa lama Anda melihat diri Anda tinggal di pekerjaan Anda saat ini. Bagikan impian karir Anda. Apakah nantinya setelah menikah Anda membawa pulang pekerjaan Anda? Bagaimana Anda berniat mewujudkan keseimbangan kehidupan kerja? bagaimana Anda ingin menyinkronkan jadwal kerja dan kehidupan bersama? Akankah Anda berdua tetap di pekerjaan ketika sudah memiliki anak? Atau apakah salah satu dari Anda diharapkan untuk tetap tinggal di rumah untuk membesarkan mereka? Tidak ada strategi yang benar atau salah, pilihlah hanya yang optimal yang paling cocok untuk Anda berdua. Itulah hal-hal yang akan memengaruhi, baik hubungan Anda sendiri maupun rencana potensial untuk memulai sebuah keluarga di masa depan.
4. Hobi

Menikah tidak berarti Anda harus melepaskan hal-hal yang Anda sukai untuk dilakukan sendiri. Pada saat yang sama, penting untuk menetapkan batasan hobi masing-masing untuk melindungi waktu Anda bersama, terutama jika pasangan Anda memiliki hobi yang menghabiskan waktu yang cukup banyak. Keseimbangan aktivitas masing-masing dan waktu bersama ini menjadi landasan hubungan Anda berdua. Bicaralah dengan pasangan Anda tentang hal-hal yang Anda sukai dan bagaimana Anda akan menyeimbangkan mempertahankan hobi ini dan menghabiskan waktu bersama. Perlu juga mencari tahu kegiatan apa saja yang Anda berdua bisa menikmati untuk dilakukan bersama.
5. Masa Lalu

Membicarakan masa lalu Anda sebelum menikah sangat penting bagi pasangan untuk mengukur apa yang mereka hadapi. Masa lalu kita memiliki peran dalam membentuk masa kini dan memiliki kemungkinan untuk mempengaruhi masa depan kita. Bukannya harus menginterogasi dengan detail pasangan Anda tentang hubungan mereka di masa lalu, tetapi dengan mengetahui tentang sejarah keluarga, masa kecil dan pengalaman-pengamalan serta kebiasaan pasangan Anda akan menjadi pembelajaran untuk Anda mengenal dan memahami tentang pasangan Anda. Bicarakanlah bagaimana hubungan pasangan Anda dengan mantan kekasihnya dulu. Biarkan pasangan Anda tahu apa yang menjadi kekuatiran Anda di sekitar hubungan ini dan batasan apa yang akan membuat Anda nyaman. Jika pasangan Anda adalah orang yang setia dan dapat dipercaya, seharusnya tidak ada masalah dengan mereka tetap berteman dengan mantan. Anda harus belajar mempercayai cinta dan komitmen pasangan Anda kepada Anda.
6. Keluarga

Ceritakan pada pasangan, seberapa dekat Anda dengan keluarga Anda? Seberapa sering Anda masing-masing berharap untuk melihat keluarga satu sama lain? Ketika Anda mengunjungi akan selalu Anda berdua atau Anda akan sering mengunjungi secara terpisah? Bagaimana Anda akan memutuskan keluarga mana yang Anda kunjungi pada setiap liburan, atau Anda berdua yang akan menjamu kedua keluarga di rumah Anda? Apakah Anda akan memilih tradisi keluarga Anda atau memulai tradisi baru Anda sendiri? Ketika Anda menikahi seseorang, keluarga pasangan Anda menjadi keluarga Anda. Begitu juga sebaliknya. Itu bisa menjadi hal yang luar biasa, tetapi juga bisa menjadi sangat menantang, terutama jika Anda berinteraksi dengan tipe keluarga Anda sangat berbeda. Namun dari perbedaan tersebut dapat memunculkan gagasan Anda berdua akan dibentuk seperti apa keluarga Anda berdua nantinya.
7. Sex

Seks juga menjadi salah satu alasan tertinggi pasangan bercerai. Untuk itu sebelum menikah, bicarakanlah tentang hal ini untuk mengetahui apakah Anda dan pasangan memiliki pandangan yang sama? Apakah monogami adalah harga mutlak? Seberapa sering Anda akan melakukan hubungan seks? Bagaimana Anda akan menangani situasi di mana salah satu dari Anda menginginkannya dan yang lainnya tidak? Jika seseorang merasa tertekan untuk memiliki lebih banyak seks daripada yang mereka inginkan, mereka cenderung merasa bahwa batas mereka tidak dihormati. Biarkan pasangan Anda tahu apa yang Anda inginkan, dan dengarkan apa yang ia inginkan. Tetapkan harapan yang memenuhi kebutuhan Anda berdua.
8. Impian dan Harapan

Sampaikan impian dan harapan Anda. Mungkin Anda pikir itu tidak mungkin, tapi tak mengapa, bagikan saja. Jika suatu hari terbuka peluangnya, pasangan Anda tidak akan ragu untuk terlibat mendukung Anda. Demikian pula dengan harapan dari kehidupan, cinta dan pernikahan, itu semua adalah bagian dari keberadaan Anda yang mana Anda berdua akan jalani dan tanggung bersama. Jika Anda ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, diskusikan apa rencana Anda dengan pendidikan tersebut, bagaimana Anda menyiapkan dana keuangan tambahan dan bagaimana Anda akan menyeimbangkan antara waktu pendidikan dan waktu hubungan Anda.
9. Iman

Memiliki pasangan yang tidak memahami atau tidak sepadan dengan keyakinan iman Anda, akan menjadi masalah yang besar. Hal ini semakin nyata ke permukaan begitu Anda berdua memiliki anak. Perbedaan nilai keyakinan merupakan perbedaan yang sulit untuk diperhitungkan. Oleh karena itu, diskusi tentang kehidupan doa, membaca firman Tuhan, peran spiritual, keyakinan teologis, dan preferensi kelompok keagamaan adalah semua hal yang perlu dipertimbangkan dan dibahas sebelum Anda menikah.
10. Batasan

Batasan adalah diskusi penting lainnya. Misalnya, batasan-batasan ketika menyangkut kecurangan dan perselingkuhan. Tentang etika berinteraksi dengan keluarga, teman, rekan kerja dan lawan jenis. Anda berdua harus benar-benar mengetahui apa batas-batas dalam hubungan Anda berdua, apa yang dapat dinegosiasikan dan yang tidak dapat dinegosiasikan.
11. Pergumulan

Sebelum Anda menikah, memiliki percakapan terbuka tentang setiap pergumulan yang mungkin muncul di permukaan. Baik itu tekanan finansial, krisis emosional, kematian orang yang dicintai atau saat hubungan Anda melewati masa-masa sulit. Kemampuan pasangan untuk menanggapi berbagai krisis, bagaimana mereka menjadi lebih dekat atau lebih jauh, akan memberi tahu Anda bagaimana pola komunikasi mereka dan bagaimana mereka merespons saat-saat sulit. Pernikahan akan datang dengan perjuangannya, dan Anda perlu tahu bahwa pasangan Anda ada di sana untuk mendukung Anda, apa pun situasinya.
12. Pekerjaan Rumah Tangga

Diskusikan bagaimana Anda berencana membagi tugas rumah tangga. Karena memiliki semua tanggung jawab tepat di pundak Anda tidak akan membantu pernikahan Anda. Ini tidak hanya akan membuat Anda lelah dan mudah tersinggung tetapi juga menciptakan keretakan dalam pernikahan Anda. Sistem pembagian kerja yang efektif akan membantu membentuk hubungan yang sehat. Jadi, jika Anda berpikir ini akan secara ajaib terjadi setelah pernikahan, tidak akan mungkin.
13. Hubungan interpersonal

Seberapa sering Anda berharap saya bertemu teman-teman saya? Seberapa dekat Anda berharap saya bersama teman-teman lawan jenis? Bagaimana perasaan Anda tentang keluarga saya? Menurutmu aku harus seperti apa dengan orangtuamu? Apakah Anda mengharapkan saya untuk berteman dengan semua teman Anda, terlepas dari apakah saya menyukai mereka atau tidak? Berapa banyak informasi tentang hubungan kami yang Anda harapkan untuk saya sampaikan kepada orang lain? Apa batasan Anda pada kedekatan emosional atau fisik saya dengan orang lain? Penting bagi Anda untuk menjawab semua pertanyaan seperti itu sebelum menikah. Perkawinan mengikat dua orang dalam suatu hubungan, di mana setiap pasangan memiliki beberapa harapan dari yang lain tentang perilaku / sikap yang mereka miliki terhadap orang-orang dekat mereka.




