15 Halangan dalam komunikasi

15 Halangan dalam komunikasi

83
0
SHARE

Pernikahan akan membutuhkan komunikasi yang baik dari kedua belah pihak. Komunikasi akan bermanfaat untuk menumbuhkan cinta dan persatuan. Apabila komunikasi tidak lagi efektif maka akan timbul perselisihan yang  menghambat pertumbuhan komunikasi yang bai dalam pernikahan. Jadi, apa yang menghalangi sebuah komunikasi di dalam pernikahan?

1. Tidak mendengarkan

Anda bisa saja meremehkan pendapat pasangan. Atau memilih tidak mempedulikan keluhannya. Bahkan Anda masih sibuk dengan ponsel Anda saat dia bercerita. Anda akan menghambat komunikasi di dalam perikahan Anda. Jangan terburu-buru menyela saat dia sedang bercerita. Fokuslah untuk mendengarkan pendapatnya tanpa menyerangnya dengan kritikan.

2. Waktu yang tidak tepat

Komunikasi akan membantu  Anda dan pasangan menyelesaikan masalah yang terjadi di antara Anda berdua. Bila komunikasi tidak di lakukan di waktu yang tidak tepat maka komunikasi tidak akan berjalan dengan baik. Jangan memaksakan untuk berkomunikasi bila Anda atau pasangan sedang di situasi marah atau sedih.

3. Menggunakan pernyataan yang tidak jelas

Jika pernyataan terdengar ambigu untuk Anda segeralah klarifikasi atau ajukan pertanyaan untuk memperjelas pernyataan itu. Komunikasi akan berjalan dengan baik bila kedua belah saling memahami maksud dari komunikasi tersebut.

4. Menggunakan bahasa yang tidak tepat

Komunikasi juga membutuhkan aturan. Selain memastikan kedua belah pihak paham tujuan dari komunikasi tersebut. Komunikasi juga harus dijalankan dengan pikiran yang jernih dan menjauhi untuk saling menghina. Meski Anda marah tidak dibenarkan Anda menggunakan bahasa yang tidak tepat untuknya yang bisa saja menghina harga dirinya.

5. Tidak menghormati

Pernikahan yang sukses membutuhkan pasangan yang saling mengehormati. Pasangan yang saling menghormati akan tahu cara bermain dalam komunikasi. Supaya komunikasi berjalan lancar, mereka akan mengambil peran masing-masing saat terjadi perselisihan. Pernikahan Anda tidak akan bertahan bila Anda tidak saling menghormati.

6. Menggunakan asumsi

Satu masalah yang sering haadir daam pernikahan adalah asumsi.  Bila Anda terjebak pada asumsi maka Anda akan menutup mata dengan kenyataan. Asumsi akan menghambat komunikasi yang terbuka. Anda dan pasangan tidak boleh menghilangkan komunikasi karena asumsi. Lakukan komunikasi dari dua arah untuk membangun kepercayaan jauh dari asumsi.

7. Cara pikir salah

Jika awal komunikasi Anda sudah bersifat tertutup dengan berpikiran bahwa orang yang Anda ajak berbicara tidak akan mngerti dan tertarik dengan pendapat Anda maka Anda akan menarik diri dari komunikasi itu. Anda akan terdengar meremehkan atau sarkastik yang berimbas mengasingkan lawan bicara Anda.

8. Berdiam

Berdiam bisa saja membantu komunikasi berjalan efektif bila Anda mulai dikuasai oleh amarah karena Anda ingin mendnegarkan alasan dari pasangan Anda.  Namun, berdiam juga akan membawa dampak negatif. Saat Anda marah atau terluka Anda akan memilih diam tanpa mencoba mengklarifikasi masalah atau tidak mendengarkan alasan pasangan. Hal itu tidak akan menyelesaikan masalah sesegera mungkin.

9. Berteriak

Kesabaran juga diperlukan ketika menjalankan komunikasi. Anda harus beresedia untuk mendengarkan pasangan Anda meski menyebalkan atau tidak sependapat. Anda tidak perlu berteriak atau meninggikan suara Anda selain pasangan tidak jelas menangkap maksud Anda. Anda akan membuat anak-anak atau teangga Anda mendengar bahwa Anda sedang bertengkar.

10, Tidak terbuka

Kebanyakan wanita pandai menyimpan dendam. Mungkin di masa lalu suami Anda telah menyinggung peraasaan Anda namun Anda memilih diam tidak membicarakannya karena menghindari pertengkaran. Hal itu malah menimbulkan masalah yang lebih dalam. Anda sering kesal dan mengeluh bila dia melakukan kesalahan yang sama.

11. Mengabaikan “hal kecil” yang menggangu

Anda mungkin mengabaikan “hal-hal kecil”yang mengganggu hubungan Anda. Mungkin Anda malas untuk membahasnya karena takut akan menjadi masalah yang besar. Anda juga beranggapa bahwa ‘hal kecil’ dan bisa dilupakan. Namun, kenyataannya tidaklah demikian. Anda bisa terobsesi dengan ‘hal kecil’ itu yang membuat Anda bisa meledak kapan pun.

12. Terlalu kaku

Komunikasi membutuhkan keterbukaan dan pengertian. Bila Anda terlalu kaku dengan pendapat Anda. Tidak menerima pendapat yang berbeda dari pasangan Anda. Maka komunikasi akan terhambat. Anda dan pasangan harus mampu fleksibel terhadap pendapat yang berbeda. Anda dan pasangan juga bisa belajar untuk saling menghormati.

13. Takut

Photo of scared woman and man pose with mobile phones, browse social networks, shocked with astonishing news, read notification from website, puzzled with unexpected updates, afraid of something

Kenyataan bahwa Anda takut dengan pasangan Anda akan membuat komunikasi tidak berjalan dengan lancar. Ketakutan akan membuat Anda tidak ingin berkomunikasi secara terbuka. Anda juga akan menyerah dengan komunikasi karena takut pasangan Anda tidak sependapat dengan Anda. Kalau ini terus menerus terjadi maka komunikasi Anda akan hancur.

14. Terluka

Ketika Anda atau pasangan Anda terluka, maka akan ada jarak dalam komunikasi Anda berdua. Anda akan hanyut pada pemikiran pribadi menyalahkan pasangan Anda yang tidak memahami maksud Anda. Saat terluka, Anda akan memilih menghindari komunikasi. Hal itu akan membuat jarak diantara Anda dan pasangan semakin  menjauh.

15. Terlalu sibuk

Business partners meeting at a cafe

Kesibukan sering menyingkirkan komunikasi dalam pernikahan. Pasangan akan mempunyai alasan untuk menghindari komunikasi. Hilangnya komunikasi akan membuat hilangnya ikatan diantara Anda dan pasangan. Hal ini bisa dihindari bila Anda dan pasangan sepakat untuk mengurangi kesibukan dan mulai menjalani komunikasi yang efektif kembali.

Ketahui style Anda & pasangan Anda. Temukan yang dapat kami lakukan untuk membantu Anda mengetahui kecenderungan masing-masing sehingga memperoleh pernikahan yang lebih berbahagia.

LEAVE A REPLY