7 Kesalahan umum pada komunikasi dalam pernikahan

7 Kesalahan umum pada komunikasi dalam pernikahan

45
0
SHARE

Komunikasi menjadi landasan membina hubungan pernikahan. Komunikasi yang berjalan dengan lancar akan menyelamatkan pernikahaan tersebut. Bila komunikasi tidak berjalan dengan efektif maka akan terjadi salah paham atau perselisihan. Ada 7 kesalahan umum yang bisa saja terjadi pada pernikahan Anda.

1. Merasa pernikahan tidak perlu dikembangkan

Anda merasa bahwa menjadi pendengar yang baik hanya cukup dengan hanya mendengarkan saja. Kenyataannya menjadi pendengar yang baik juga perlu mengembangkan keterampilan.  Anda perlu untuk menambah wawasan dengan membaca buku atau mengikuti seminar pernikahan. Hal itu akan membuka wawasan Anda ketika berkomunikasi dengan pasangan. Komunikasi Anda pun akan lebih berkembang.

2. Menggunakan kata “saya” bukan “kita”

Komunikasi yang dibutuhkan dalam pernikahan adalah komunikasi dua arah. Komunikasi yang tidak berjalan dengan kata “saya” namun “kita. Anda tidak lagi bertindak untuk Anda sendiri namun memikirkan keinginan pasangan juga. Komunikasi dengan kata” kita” akan membantu Anda tidak bersikap egois atau pun menang sendiri.

3. Kompetitif

Hubungan pernikahan tidak membahas tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ketika Anda melakukan komunikasi untuk mendapat pengakuan atau ingin pendapat Anda yang digunakan untuk keputusan solusi.  Pernikahaan Anda bukan suatu perlombaan yang membutuhkan sikap kompetitif. Pernikahan Anda membutuhkan komunikasi yang efektif untuk kedua pihak.

4. Mencari pihak yang salah

Jika Anda menjalankan komunikasi hanya untuk mencri pihak yang bisa disalahkan. Maka komunikasi Anda tidak berjalan dengan baik. Komunikasi dilakukan dalam pernikahaan supaya pasangan mampu saling memahami dan menerima kekurangan pasangannya dan mencari solusi yang terbaik untuk mengakhiri perselisihan.

5. Tidak mengetahui aturan

Ketika Anda tidak mengetahui bahwa pasangan terluka karena Anda. Maka Anda tidak mengetahui aturan komunikasi dalam pernikahan. Sebuah pernikahan terjadi karena penyatuan dua pribadi yang berbeda. Perbedaan itu membutuhkan komunikasi yang efektif. Bila Anda tidak mengetahui dimana perbedaan itu ada maka Anda tidak dapat mengetahui aturan itu dan akan terus membuat perbedaan semakin dalam.

6. Berteriak pada pasangan

Saat Anda mulai berteriak atau meninggikan suara mungkin Anda mampu melepaskan ketegangan pada diri Anda. Namun, Anda tidak dapat mengungkapkan pendapat Anda secara utuh. Hal ini akan menimbulkan kesalahpahaman yang membuat masaah Anda semakin tidak terkendali.

7. Membiarkan emosi memimpin

Saat kemarahan mulai menguasai Anda sebaiknya hentikan sejenak dan cari tempat lain untuk menenangkan diri. Komunikasi yang bercampur dengan emosi akan membuat komunikasi tidak berjalan efektif. Masalah akan semakin bertambah bila Anda dikuasai dengan emosi. Anda tidak lagi bermain dengan logika dan cinta namun Anda mengandalkan kemarahan untuk berkomunikasi dan itu tidak baik dalam pernikahan.

 

LEAVE A REPLY