5 Tindakan Orangtua saat Melanggar Janji kepada Anak

5 Tindakan Orangtua saat Melanggar Janji kepada Anak

404
0
SHARE
Setiap orang tua pasti pernah melanggar janji kepada anak mereka dengan atau tanpa sengaja. Saya pun pernah melanggar janji ke anak. Saya ingat salah satunya, misalkan janji akan pergi jalan-jalan bersama keluarga ke suatu tempat saat weekend. Akan tetapi, ternyata saat weekend, pagi harinya anak bungsu sakit sehingga tidak memungkinkan untuk pergi jalan-jalan, justru menghabiskan waktu di rumah merawat adik yang sakit.
 
Apa yang harus dikatakan dan dilakukan orang tua menyingkapi “pelanggaran” janji orang tua kepada anak menjadi penting. Hal ini dikarenakan anak belajar dari apa yang dikatakan dan dilakukan orang tuanya pada situasi yang sama. Ketika anak melakukan pelanggaran janjinya, maka saat itu mereka akan bersikap hal yang biasanya sama dengan apa yang orang tuanya lakukan ketika melanggar janji kepadanya. Pun jika anak Anda bersikap yang tidak seharusnya saat mereka melakukan penggaran janji, Anda bisa mengingatkan anak Anda untuk mengingat bagimana sikap Anda ketika Anda sebagai orang tua melakukan pelanggaran janji.
 
Oleh karena itu, usahakan semaksimal mungkin untuk menepati janji kita. Akan tetapi jika melanggar, lakukan hal-hal berikut ini agar anak Anda dapat belajar melakukan hal yang sama 🙂

1. Mengakui Kesalahan

Orangtua seharusnya tidak perlu malu untuk mengakui kesalahan yang dibuat. Mengakui dengan jujur pengingkaran janji Anda dan ceritakan alasan yang logis, jujur, tetapi sederhana agar anak Anda mudah memahami alasannya. Dengan demikian Anda memberikan contoh kepada anak untuk melakukan hal yang sama ketika mereka melanggar janji.

2. Meminta Maaf

Permintaan maaf yang tulus dibarengi bahasa non-verbal seperti sentuhan dan pelukan dari orangtua dapat menguatkan ikatan batin antara orangtua dengan anak.Tentu saja hal ini mengobati “luka” batin mereka ketika Anda melanggar janji.

3. Memberi Penjelasan

Berikan pengertian dengan menjelaskan mengapa Anda melanggar janji setelah anak Anda tenang. Gunakan alasan yang masuk akal (sesuaikan usia), sejujurnya, tidak berbelit,  dan tidak menyalahkan orang lain.

4. Mengerti Perasaan Anak

Tunjukkan kepedulian Anda dengan menanyakan perasaan anak. Katakan bahwa mereka bebas untuk mengekspresikan perasaannya tanpa perlu takut Anda marahi. Kemudian, orang tua bisa mengarahkan perasaan anak untuk bisa menjadi positif kembali, tidak larut dalam kekecewaan  yang berlebihan.

5. Bersedia Menanggung Konsekuensi

Kelalaian selalu memiliki konsekuensi. Diskusikan secara terbuka dengan anak Anda konsekuensi apa yang harus Anda tanggung karena berbuat lalai. Salah satu yang Anda tawarkan adalah memberikan substitusi (jika benda) atau re-schedule (jika jadwal).

Sally Azaria

Ketahui style Anda & pasangan Anda sebagai orang tua. Temukan yang dapat kami lakukan untuk membantu Anda mengetahui kecenderungan masing-masing sehingga dapat menjadi orang tua yang lebih efektif.

LEAVE A REPLY