Pernikahan adalah penyatuan dua orang yang berbeda. Prinsip berbeda pun harus disatukan dengan saling menerima dan pengertian. Mungkin di awal pernikahan, Anda akan menemukan kesulitan untuk memahami prinsip pasangan Anda yang berbeda. Anda dan pasangan harus menemukan jalan untuk memahami prinsip masing-masing atau mencari kesamaan yang akan menyelamatkan pernikahan itu sendiri. Ada 7 prinsip komunikasi yang bisa membuat pernikahan Anda berbahagia.
1. Prinsip respon pertama

Respon memegang peranan penting saat hubungan Anda diterpa pertengkaran. Respon pertama akan sangat penting untuk mencari solusi. Respon pertama bisa saja lembut bisa juga keras. Tidak masalah respon itu diberikan dengan kata-kata yang keras namun yang penting respon tersebut harus mengandung ketegasan menuju keputusan solusi.
2. Prinsip waktu yang tepat

Waktu yang tepat akan membuat keputusan yang tepat pula. Biasakan untuk peka dalam memilih waktu yang tepat untuk berdiskusi mau pun berdebat. Pastikan pasangan Anda pada kondisi siap untuk mendengarkan argumen Anda. Jangan paksa dia untuk memutuskan sesuatu saat dia ingin merenungkannya terlebih dahulu.
3. Prinsip klarifikasi

Pengertian akan semakin tepat bila Anda sering mengukurnya pada setiap percakapan Anda dengan pasangan. Apakah Anda bisa memastikan apa yang Anda dengar 100% sesuai dengan apa yang diinginkan dia? Refleksi akan membantu Anda memastikan berada di jalur yang sama dengan pasangan ketika berbicara. Anda bisa mengulangi kembali apa yang dia bicarakan atau memberi pertanyaan untuk mengklarifikasi apa yang Anda dengar.
4. Prinsip kelembutan

Terkadang di beberapa situasi Anda perlu berkomunikasi secara lembut. Perkataan Anda yang lembut akan membuatnya merasa tenang dan tidak tertekan. Tapi ketika Anda berbicara dengan keras maka jawaban yang keras juga akan Anda terima. Komunikasi seperti itu tidak akan berhasil menciptakan keputusan yang tepat.
5. Prinsip rendah hati

Komunikasi akan berjalan sukses bila Anda dan pasangan saling menghormati dan menghargai. Saat Anda dan pasangan saling bertindak angkuh keras kepala dengan pendapat masing-masing maka komunikasi akan berjalan alot. Berbeda ketika Anda dan pasangan menerapkan prinsip rendah hati maka komunikasi pun berjalan dengan baik.
6. Prinsip sentuhan fisik

Waktu Anda sedang berdiskusi dengan pasangan Anda. Mungkin Anda melakukannya saat Anda sedang berpelukan atau bergandengan tangan. Hal ini bisa membuat situasi yang membingungkan. Karena Anda tetap bersentuhan fisik namun juga ingin berdebat dengannya untuk mendapatkan solusi. Dalam kondisi ini, Anda harus memilih untuk berhenti berkelahi sehingga bisa tetap menyentuh atau berhenti menyentuh sehingga bisa terus berdiskusi. Anda lebih baik memilih untuk tetap menyentuh pasangan Anda dan menunda berdiskusi.
7. Prinsip doa

Saat komunikasi Anda seakan tidak menemukan titik terang. Ajaklah Tuhan untuk menjadi pemandu dalam komunikasi yang sulit. Maka ketenangan jawaban akan Anda dapatkan. Biasakan untuk membangun doa di dalam keluarga Anda. Sehingga ketika komunikasi sedang terganggu, doa akan muncul sebagai solusi yang tepat dan memungkinkan.




